Pasar Derivatif

Materi pasar derivatif (30 Juni 2007) dapat didownload -> Materi Derivative

Bagaimana pengelolaan produk derivatif di Surabaya stock exchange, informasi dapat di download disini. Sedangkan produk-produk pasar derivative di Surabaya Stock Exchange teridi dari:

  1. LQ Futures (Informasi lengkap dapat didownload disini)
  2. Mini LQ Futures (Informasi lengkap dapat didownload disini)
  3. LQ 45 Futures (Informasi lengkap dapat didownload disini)
  4. JP Futures (Informasi lengkap dapat didownload disini)

Sedangkan artikel tentang ketentuan dan peraturan terkait dengan pasar derivative dapat didownload disini

Salah satu produk derivative adalah opsi, artikel tentang perkembangan opsi dapat didownload disini. Tugas peserta mata kuliah Pasar dan Instrumen Keuangan (Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya) adalah bagaimana perkembangan pasar derivative untuk opsi di Indonesia (sertakan sumber data yang bapak/ibu peroleh) kemudian berikan tanggapan bapak/ibu tentang data perkembangan opsi di Indonesia dengan menuliskan komentar bapak/ibu pada blog ini. Atas perhatian dan kerjasama saya ucapkan terimakasih.

Luciana Spica Almilia @ 7:34 am

7 Comments for 'Pasar Derivatif'

  1.  
    spicaalimia
    July 23, 2007 | 2:36 am
     

    Komentar saya tentang sejarah option

    Option sebagai instrument derivative sebenarnya lahir karena adanya kebutuhan untuk melindungi nilai suatu “barang” : ( suku bunga, kurs, komoditi, saham ) terhadap resiko kerugian akibat fluktuasi harga karena pengaruh kondisi supply dan demand di waktu yang akan datang. Didalam perkembangan transaksi option ternyata motif transaksi untuk pelindung nilai lebih kecil dibandingkan motif transaksi untuk tujuan spekulatif dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut.

    Didalam teks perjalanan option pada article tersebut terlihat bahwa kontrak option mengalami sejarah pasang surut karena ada beberapa kelemahan pada periode tersebut antara lain sbb :

    1. Seringkali dilakukan di OTC dan tidak terdaftar di Bursa sehingga pembeli tidak ada informasi sebagai patokan ( bench mark ), kondisi saat ini sudah berbeda pembeli dan penjual harus melaporkan kontrak option kepada otoritas SEC ( di AS ) atau BEJ ( Indonesia )

    2. Dari aspek legal tidakada perjanjian standar karena dilakukan langsung antara penjual dan pembeli yang bersepakat satu sama lain.

    3. Karena banyaknya transaksi yang dilakukan untuk tujuan spekulasi maka banyak negara membatasi karena jika terjadi systemic risk maka negara tersebut akan mengalami goncangan ekonomi.

    Pasar option di Indonesia tidak terlalu berkembang dan masih sedikit yang melakukan kontrak option jika dibandingkan dengan option di AS sebagai contoh option saham hanya terdiri 5 saham blue chip seperti saham telkom yang bisa diperjual belikan melalui kontrak option, hal ini disebabkan karena ada aturan dari bapepam bahwa jika terjadi selisih harga diatas 10 % maka kontrak tersebut harus di eksekusi untuk menghindari resiko padahal kontrak option di Indonesia lebih banyak didominasi oleh motif spekulasi dari pada motif lindung nilai sehingga bagi investor tidak terlalu menarik.

    Sumber : http://www. Megaoption.com
    http://www. Jsx.com

    Komentar disampaikan oleh :

    Jos Tjahjono
    Mahasiswa Pasca Sarjana STIE Perbanas

  2.  
    rofiq
    August 3, 2007 | 5:38 am
     

    PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    STIE PERBANAS
    – Tugas Takehome–

    Nama Dosen : Luciana Spica Almilia, SE, MSi
    Mata Kuliah : Pasar dan Instrumen Keuangan
    Nama Mahasiswa : Rofiq Afiv Aziz, SE
    NIM : 2006610442

    == PERKEMBANGAN PASAR OPTIONS DI INDONSIA ==

    PENGANTAR
    Era globalisasi, era tekhnologi informasi, segala sesuatu menuju ke era borderless . Termasuk di bidang keuangan , saat ini pasar keuangan berkembang cukup pesat tanpa batas, segala batasan termasuk batasan negara dipastikan tidak mampu menghalanginya. Pasar berbagai asset semakin berkembang dan terintregasi satu sama lainnya, termasuk pasar derivative options yang telah mendunia, dan yang sebenarnya sudah lazim diperdagangkan di negara maju maupun berkembang. Bahkan dinegara tersebut perdagangan options lebih besar dari saham, rata-rata 4x dari pasar saham. Options terbukti mampu meningkatkan kinerja pasar modal di suatu Negara. Negara Korsel adalah salah satu negara dimana pasar modal berhasil keluar dari krisis dikarenakan dikembangkannya produk derivative.
    Bagaimana di Indonesia ? Perdagangan options di Indonesia yang terorganisir belum ada. Perkembangan agak tertinggal jika dibandingkan dengan Negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Ketertinggalan atau belum menariknya pasar options ini disebabkan beberapa hal , salah satunya adalah bahwa regulasi masih mengatur bahwa keuntungan maksimum yang bisa diperoleh adalah hanya 10 %. Hal ini berbeda di Negara lain dimana keuntungan memungkinkan unlimited.
    Selain itu di Indonesia pasar optins masih dipahami secara keliru didunia investasi , options dilakukan baru sebagai ajang spekulasi dan terkesan berbau judi. Options lebih banyak digunakan untuk trading daripada hedging (lindung nilai).

    PROSPEK PASAR OPTIONS
    Pasar options berkembang kuat dengan syarat utama yaitu pasar modal dalam kondisi baik dan kuat . Jika kita amati memang pasar modal berkembang cukup baik namun demikian sebagian berpendapat pasar modal masih rentan terhadap krisis. Martin Panggabean mengatakan “ Pasar saham masih mudah digoyang. Saat ini price to earning rationya sudah naik hamper 16 kali. Sedangkan secara regional, kita naik hampir 20 kali lebih cepat dari rata-rata saham di asia kecuali Jepang. Yang menarik setelah angka ini tercapai, pasar modal kita volatile sekali.”
    Namun demikian potensi pasar options di Indonesia sebetulnya cukup baik , hal ini dikarenakan : Pasar Modal mempunyai perkembangan yang cukup baik ( walaupun masih dirasa tertinggal terutama berkaitan dengan keanekaragaman produk yang ditawarkan) , perekonomian Indonesia yang mempuyai potensi raksasa kedepan, hal ini dirasa sebuah pasar baik bagi perkembangan options.
    Selain diatas jika kita simak options mempunyai beberapa fungsi yang sebenarnya sangat positif yaitu sebagai sarana lindung nilai, apabila digunakan dengan baik akan mengurangi resiko keuangan yang selalu membayangi, akan menambah volatilitas pasar sehingga proyek yang tidak layak menjadi layak, menambah instrument pasar uang, alternative investasi, memperkuat pasar modal yang sekarang. Satu produk di pasar modal, perkembangannya akan cenderung stagnasi, sehingga perlunya keanekaragaman produk.
    Jika kita amati pula pemerintah juga mendukung perkembangan pasar options, setidaknya dapat kita lihat dari cetak biru Bapepam yaitu terbentuknya pasar derivative tahun 2000 – 2004, yang sudah lewat.
    Di sisi lain jika kita memperhatikan hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pelaku pasar modal (tahun 2003) dapat kita lihat bahwa para pelaku pasar modal baik investor maupun pengelola menunjukkan kecenderungan bahwa pasar options berprospek baik , beberapa hal yang diperoleh dalam penelitian tersebut adalah :
    1. Perlu ditambah instrument baru di pasar modal Indonesia
    2. 77 % pelaku pasar sudah mengetahui options
    3. 66 % pelaku pasar setuju diperjualbelikan.
    Jika kita melihat hasil penelitian diatas tampak bahwa terdapat potensi di pasar ini.
    Akan tetapi perlunya tatanan ulang untuk mendukung potensi tersebut , untuk itu l diperlukan langkah-langkah terhadap pasar modal dan regulasi diantaranya sbb :
    • Sosialisasi, pendidikan yang gencar dan terus menerus ,agar tidak menjadi ajang spekulasi/ judi.
    • Untuk menghilangkan sebagai ajang spekulasi harus diperkuat juga mekanisme, system, regulasi, perangkat hukum, software, serta pengawasan ketat dari Bapepam. Diantaranya bagaimana mekanisme oprasional, bagaimana resiko pembelian dan penjualan, berapa biaya dan pajaknya. Termasuk sangsi tegas bagi yang melanggar, serta meningkatkan kualitas saham dan mengawasi saham gorengan.
    • Aspek kesiapan para pelaku baik pasar modal maupun investor.
    • Perlu persyaratan ketat, diantaranya menjaga margin deposit anggota, menjaga dana penjaminan anggota dll.
    • Regulasi harus mengatur kembali masalah margin. Terdapat pembatasan keuntungan. Initial margin +/- 10 % dari kontrak baik dari pembeli penjual , maintanace margin 75 % dari initial margin, hal diatas harus diatur kembali agar menarik bagi pasar.
    • Tidak ada pembatasan bagi para investor termasuk mencabut larangan dana pensiun untuk memasukinya.

  3.  
    Bambang W. Raharjo
    August 9, 2007 | 12:58 pm
     

    “Perkembangan Option di Indonesia”

    Perkembangan instrumen keuangan telah dimulai sejak dua abad yang lalu, dan mengalami evolusi secara cepat sebagai respon kebutuhan pasar . Meski sebenarnya pasar derivative itu telah ada dalam berbagai bentuk sejak abad yang lalu , tetapi baru mengalami peningkatan percepatan selama tiga puluh tahun terakhir . Investor kini memiliki alternatif yang lebih luas untuk berinvestasi , baik di asset riil, asset keuangan ,maupun di instrumen derivative.

    Salah satu instrumen derivative yang diperkenalkan oleh JSX adalah opsi. Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price atau harga patokan / tebus) dalam jangka waktu tertentu.

    Upaya ini diharapkan dapat membangun pasar efek yang lebih menarik sebagai alternatif investasi. Sifat instrumen ini berbeda dengan saham yang biasa kita kenal. Pemilik efek derivative tidak mendapatkan dividen seperti pemegang saham atau tidak memiliki hak seperti halnya pemegang saham. Pemilik efek derivative hanya bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan atau kenaikan harga dari aset yang melandasinya (underlying).

    Dalam perkembangannya kontrak option di Indonesia mengalami beberapa kendala diantaranya masih adanya pembatasan keuntungan maksimum yang bisa diperoleh tidak lebih dari 10% dan perdagangan kontrak option lebih sering dilakukan bukan untuk hedging akan tetapi lebih kearah trading. Oleh karena itu regulasi terhadap pasar derivative ini juga harus memperhatikan kepetingan pelaku pasar dan diharapkan ada sistem pengawasan yang ketat terhadap transaksi option untuk memperkecil pelaku spekulan dengan tujuan untuk melindungi para investor. Disamping tidak adanya keuntungan deviden yang diperoleh, resiko likuiditas juga menghantui dalam berinvestasi di pasar derivative terutama option. Kendala terbesar sebenarnya adalah kurangnya pengetahuan dan sosialisasi terhadap masyarakat sehingga masih sedikit yang tahu mekanisme perdagangan pasar derivative ini. ‘Perangkat-perangkat’ inilah yang harus dibangun terlebih dahulu untuk mempercepat perkembangan pasar option di Indonesia.

    Oleh : Bambang Wasis Raharjo
    2006610445
    Magister Manajemen, STIE Perbanas Surabaya

    Sumber : BAPPEBTI, Sinar Harapan , Mega Option

  4.  
    Adi Wicaksono
    August 10, 2007 | 6:49 am
     

    Tugas Instrumen dan Pasar Keuangan

    Perkembangan Option di Indonesia?

    Option adalah suatu produk derivatif yang dikeluarkan dengan tujuan untuk menambah jumlah investor juga untuk memberi pilihan baru kepada investor dalam hal ini yaitu diversifikasinya.
    Pengertian Option sendiri adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan pada atau sebelum waktu yang telah ditentukan dari atau ke pihak lain (sebagai penjual). Pemegang option tidak diwajibkan untuk melaksanakan haknya atau akan melaksanakan haknya jika perubahan dari harga underlying assetnya akan menghasilkan keuntungan baik dengan membeli ataupun menjual underlying asset tersebut.
    Sedangkan di Indonesia perkembangan option sudah merambah ke semua lapisan investor jadi saat ini tidak ada investor yang tidak mengetahui tentang opsi saham ini tetapi kebanyakan dari mereka dalam melakukan perdagangan opsi saham lebih cenderung ke perdagangan OTC (over the counter) daripada di lantai bursa. Kemudian tempat yang paling baik untuk melakukan transaksi baik opsi saham maupun instrumen derivatif yang lainnya lebih baik melalui bursa efek jakarta (BEJ) karena disanalah pusat perdagangan instrumen keuangan di Indonesia.
    Yang perlu diperhatikan lagi dalam perkembangna option di Indonesia adalah peran para pelaku pasarnya juga harus mengetahui tentang seluk-beluk option juga tentang teori-teori yang mendasari perdagangan option, karena jika para pelaku pasar bermain option tanpa menguasai teori dan keadaan mustahil bagi investor bisa mendapatkan hasil yang optimal dari perdagangan option tersebut.

    Oleh : Adi Wicaksono
    Mahasiswa Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya

  5.  
    ADE PRALAYA
    August 20, 2007 | 6:02 am
     

    Tugas : Instrument Keuangan
    Topik : Analisa keuangan BCA dan Bank mandiri
    Dosen : Luciana Spica, SE., M.Si

    Kinerja kuangan merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan (perbankan) di manapun, karena kinerja keuangan tersebut merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja tersebut adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standart perilaku yang ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diharapkan.
    Analisa mengenai perbandingan tingkat efisiensi pada industri perbankan yang dilakukan dengan melakukan pengujian empiris terhadap tingkat efisiensi antara bank pemerintah, bank swasta nasional dan swasta asing serta bank publik meninjukkan bahwa bank publik mempunyai tingkat efisiensi di atas rata-rata seluruh bank, sedangkan tingkat efisiensi bank pemerintah dan bank swasta nasional secara keseluruhan berada di bawah rata-rata seluruh bank. Analisa kinerja suatu bank yang dilakukan adalah berdasarkan indikator keuangan yaitu rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Skala yang digunakan adalah skala rasio.
    a.Return on Assets (ROA) yaitu indikator kemampuan perbankan untuk memperoleh laba atas sejumlah aset yang dimilki oleh bank. ROA dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara laba setelah pajak dengan total aktiva. ROA semakin tinggi maka semakin baik produktifitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih.
    b.Return on Equity (ROE) yaitu indikator kemampuan perbankan dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan laba bersih. ROE dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara laba setelah pajak dengan total ekuitas. ROE semakin tinggi maka semakin baik produktifitas modal sendiri dalam memperoleh laba.
    c.Loan to Deposit Ratio (LDR) yaitu indikator kemampuan perbankan dalam membayar semua dana masyarakat dan modal sendiri dengan mengandalkan kredit yang telah didistribusikan ke masyarakat. LDR dapat diperoleh dengan cara menghitung rasio antara total loan dengan total deposit. LDR semakin tinggi maka semakin tinggi penyaluran kredit dari bank, dengan resiko kredit macet semakin besar juga.

    • Analisa Bank BCA dengan Bank Danamon
    Pertimbangan perbandingan Bank BCA dengan Bank Danamon adalah
    - Bank BCA dan Bank Danamon adalah sama-sama termasuk Bank Umum Devisa Swasta Nasional yang Go Publik.
    - Bank BCA dan Bank Danamon memiliki asset terbesar ( 10 T sampai dengan 50 T ) dengan CAR BCA sebesar 22,21% dan CAR Bank Danamon sebesar 22,37%.
    - Bank BCA dan Bank Danamon memiliki predikat ”SANGAT BAGUS”, dilihat dari segi permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas, efisiensi.

    Perhitungan rasio keuangan Bank BCA dan Bank Danamon per Desember 2005-2006
    No. Nama Bank ROA ROE LDR BO/PO NPL CAR
    1. Bank BCA 3,80% 29,07% 40,30% 68,84% 1,30% 22,21%
    2. Bank Danamon 2,82% 15,09% 75,51% 80,33% 3,31% 22,37%

    Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa ROA Bank Danamon (2,82%) lebih rendah dibandingkan dengan ROA Bank BCA (3,80%), sehingga Bank BCA memilki produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih lebih baik dari Bank Danamon , sedangkan untuk ROE, Bank Danamon (75,51%) lebih baik dan lebih produktif penyalurannya di dunia usaha dari Bank BCA (40,30%). Untuk rasio BO/PO, Bank Danamon-lah yang mendapat prioritas baik, sehingga tidak salah bahwa Bank Danamon mendapat predikat sangat bagus menjadi jawara Bank Nasional dengan permodalan yang sangat besar yang didukung dengan asset serta jumlah karyawan yang besar pula. Namun dari segi NPL penambahan jumlah kredit macet juga mempengaruhi kinerja suatu bank, dimana NPL Bank Danamon cukup tinggi bila dibandingkan dengan Bank BCA.

    • Analisa Bank Mandiri dengan Bank Rakyat Indonesia
    Pertimbangan perbandingan Bank Mandiri dengan BRI adalah
    - Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia adalah sama-sama termasuk Bank Umum Devisa Nasional yang Go Publik.
    - Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia memiliki asset terbesar ( 10 T sampai dengan 50 T ) dengan CAR Bank Mandiri sebesar 25,30% dan CAR BRI sebesar 19,97%.
    - Bank Rakyat Indonesia memiliki predikat ”SANGAT BAGUS” dan Bank Mandiri memiliki predikat ”BAGUS”, dilihat dari segi permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas, efisiensi.

    Perhitungan rasio keuangan Bank BCA dan Bank Danamon per Desember 2005-2006
    No. Nama Bank ROA ROE LDR BO/PO NPL CAR
    1. Bank Mandiri 1,12% 11,12% 55,02% 90,13% 17,08% 25,30%
    2. Bank Rakyat Ind. 4,36% 33,75% 72,53% 74,38% 4,81% 19,97%

    Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa ROA Bank Mandiri (1,12%) lebih rendah dibandingkan dengan ROA Bank Rakyat Indonesia (4,36%), sehingga Bank Rakyat Indonesia memilki produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih lebih baik dari Bank Mandiri. Salah satu penyebabnya adalah NPL Bank Mandiri sangat tinggi yaitu 17,08% sehingga mempengaruhi kesempatan memperoleh laba ( berkurang ), disamping juga bank tersebut juga harus menyediakan biaya pencadangan yang lebih tinggi, sedangkan untuk ROE, Bank Rakyat Indonesia (33,75%) lebih baik dan lebih produktif penyalurannya di dunia usaha dari Bank Mandiri (11,12%). Untuk rasio BO/PO, relatif kedua bank memiliki rasio yang sangat tinggi. Namun dari segi NPL penambahan jumlah kredit macet juga mempengaruhi kinerja suatu bank, dimana NPL Bank Mandiri jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan NPL Bank Rakyat Indonesia.

    Dari beberapa uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
    • Bank Danamon lebih baik dan lebih efisien dari Bank BCA
    • Bank Rakyat Indonesia lebih baik dan lebih efisien dari Bank Mandiri
    • Dari beberapa Bank Papan Atas (modal 10 T-50 T), Bank Danamon menduduki peringkat yang terbaik dan terbesar dari segi modal, asset serta jumlah karyawannya.

    Nama : Ade Pralaya
    NIM : 2006 610 447

  6.  
    Tamara..
    January 6, 2008 | 1:15 pm
     

    Salam kenal dan salam sejahtera..
    Maaf sebelumnya kalau saya ikutan “nimbrung” di sini. saya mahasiswa akuntansi PTN di jawa tengah. saya sedang menyusun skripsi, replikasi dari jurnal yang ditulis oleh dosen universitas widya mandala surabaya, bapak Cyrillius yang berjudul “Analisis pengaruh profitabilitas industri, rasio leverage keuangan tertimbang, rasio intensitas modal dan pangsa pasar terhadap ROA dan ROE perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia”. dalam skripsi saya, perusahaan manufaktur saya ganti dengan perbankan, yang terdaftar di BEJ. variabel-variabel independen penelitian ini (menurut pendapat saya) merupakan rata-rata dari keseluruhan bank yang terdaftar di BEJ, karena pak cyrillius ingin mengukur kinerja perusahaan dengan tolok ukur industri. yang ingin saya tanyakan:
    1. menurut mba, benarkah pendapat saya?
    2. rasio intensitas modal didapat dari total aktiva : total pendapatan operasional, untuk mengetahui seberapa besar aktiva yang dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan operasional. Pendapatan operasional bank itu apa saja?
    3. Utang (kewajiban) yang dimiliki oleh bank terdiri dari apa saja?
    4.dalam hasil analisis dan pembahasan, haruskah saya mencantumkan profil bank yang terdaftar di BEJ? apalagi yang harus saya cantumkan?
    Pertanyaan saya mungkin terlalu lugu bagi seorang mahasiswa yang sudah hampir lulus.. tapi saya harap mba luci berkenan menjawabnya..terima kasih banyak mba..terima kasih..

  7.  
    nasruddin alghiffari
    November 27, 2008 | 1:03 am
     

    Maaf sebelumnya kalau saya ikutan “nimbrung” di sini. saya mahasiswa di Jogja saya sedang menyusun skripsi, replikasi dari jurnal yang ditulis oleh dosen universitas widya mandala surabaya, bapak Cyrillius yang berjudul “Analisis pengaruh profitabilitas industri, rasio leverage keuangan tertimbang, rasio intensitas modal dan pangsa pasar terhadap ROA dan ROE perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia”. bagaimana menghitung profitabilitas industri

Leave a comment

(required)

(required)


Instruction for comments :

You can use these tags:
XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



RSS Feed for comments | TrackBack URI