MASIH LAJANG di USIA MAPAN …. ini adalah topik yang hangat diperbincangkan dilingkungan kehidupan sosial di kota -kota besar (he he he mungkin termasuk saya juga kali ….), bahkan tema ini kalo nggak salah pernah juga jadi tema talk show di sebuah radio dan diseminarkan juga lho … Jadi menarik deh topik ini …..
Benarkah wanita lajang di usia matang masa kini memang sudah DITERIMA oleh masayarakat atau keluarga? Atau kondisi nyaman sebagai lajanglah yang membuat seseorang untuk enggan menikah?
Banyak alasan mengapa para Wanita Lajang yang Mapan jadi merasa nyaman dengan kondisi ini ….. Menurut saya sih …. karena sudah berada pada comfort zone (memiliki kedudukan tertentu dan memiliki pendapatan yang memadai) alias sudah kadung (terlanjur) asyik dengan kehidupan lajang hi hi hi dan tidak percaya adanya MR. RIGHT … Eit tunggu dulu pembaca … maksudnya adalah … TIDAK PERCAYA ADANYA MR. RIGHT karena yang betul adalah BERUPAYA UNTUK MENJADI ORANG YANG TEPAT BUAT SIAPUN PASANGAN YANG DIBERIKAN TUHAN …. gitu lho maksudnya.
Kalau kita amati kondisi saat ini, sepertinya terjadinya perubahan yang cepat pada wanita dibandingkan pria di Indonesia. Wanita Indonesia makin CERDAS, BERPENDIDIKAN dan MAKIN MUDAH BERADAPTASI dengan perubahan. Dan kecenderungan saat ini wanita jauh bisa BERPIKIR RASIONAL dan TIDAK LAGI EMOSIONAL, dan yang terpenting lagi adalah MAMPU MENGONTROL DIRI.
Sementara jika kita melihat nilai-nilai yang dianut oleh pria Indonesia dalam memilih pasangan belum banyak bergeser. Pria cenderung menginginkan pasangan yang lebih banyak dirumah, kalau toh wanita diperbolehkan berkarier tentu saja masih diserahi tanggung jawab untuk mengurus rumah dan lain sebagainya. Bahkan pilihan Pria akan wanita idaman masih memiliki kriteria jaman dulu yaitu yang lemah lebut, berambut panjang, pintar masak, pintar dandan dll. Dan Pria merasa tidak nyaman dengan pasangan yang tidak bisa masak, tidak bisa dandan, memiliki pendapatan yang memadai, memiliki karir yang mapan dll (maap ya bapak2, om2 or mas2 ini khan hanya opini saya lho ….) Tentu saja nilai-nilai ini tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai yang dipegang oleh wanita masa kini (lajang maupun menikah). Contoh lain adalah banyaknya gugatan perceraian yang diajukan oleh wanita yang menunjukkan bahwa wanita mulai berani untuk menyelesaikan masalah keluarga TIDAK DENGAN CARA KEKELUARGAAN tetapi dengan jalur hukum yaitu melalui pengadilan untuk mencari keadilan. Hal ini juga mengindikasikan bahwa wanita masa kini cenderung berani dibandingkan dengan jaman dulu ketika dihadapkan pada suatu masalah.
Menjadi Lajang yang HAPPY:
- PERSIAPKAN MENTAL. Sebagai lajang sesorang harus mempersiapkan diri untuk bisa hidup mandiri dalam arti secara finansial (keuangan) atau nonfinansial (misalnya benerin genteng bocor, ngecet pagar ……. kalo ini cuma becanda aja koq hi hi hi)
- BISA MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI, pilihan ini tidak membangkitkan rasa bersalah atau membawa kerugian bagi orang lain (termasuk orang tua)
- HARUS SIAP MENJADI PUSAT KENDALI untuk kehidupannya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.
- MEMILIKI AKTIVITAS YANG MEMUNGKINKAN UNTUK MENJALIN JEJARING. Memiliki komunitas yang nyaman.
- MEMILIKI DANA CADANGAN DAN PERSIAPAN MASA PENSIUN. Nah ini yang perlu juga dipertimbangkan, meskipun hidup melajang perlu juga lho untuk mempersiapkan dana dimasa pensiun, ini dapat dilakukan dengan investasi sederhana (tabungan dan deposito) atau investasi yang lebih berisiko (saham dan reksadana)
- MENJAGA KESEHATAN PRIBADI. Dengan menerapkan pola hidup sehat, rajin melakukan cek kesehatan secara rutin dan teratur berolahraga dong.